LIGONEWS.ID – Ikatan Alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (IKA HPMIG) Makassar turut mengambil bagian dalam menyukseskan gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendirian Kedai IKA HPMIG Makassar di sekitar area pelaksanaan kegiatan, Sabtu (20/6/2026).
Kehadiran kedai ini menjadi warna tersendiri di tengah padatnya agenda nasional pertanian dan perikanan tersebut. Tempat ini berfungsi sebagai ruang perjumpaan sosial, di mana para alumni, peserta PENAS dari berbagai provinsi, serta masyarakat umum dapat beristirahat, menikmati hidangan, sekaligus mempererat silaturahmi.
Ketua Umum IKA HPMIG Makassar, Danial Ibrahim, mengungkapkan bahwa kehadiran kedai ini didasari oleh tanggung jawab moral para alumni perantau untuk ikut berkontribusi terhadap agenda besar yang membawa nama baik daerah Gorontalo di tingkat nasional. Dukungan nyata itu diwujudkan dalam bentuk ruang sederhana yang ramah bagi para peserta dari berbagai daerah.
Di lokasi yang sama, pengelolaan dan koordinasi pelayanan kedai ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina IKA HPMIG Makassar, Suliyanti Helingo. Ia menggerakkan para alumni dan relawan untuk memastikan pelayanan kepada pengunjung berjalan dengan optimal.
Suliyanti menegaskan bahwa fasilitas ini didirikan bukan sekadar sebagai tempat makan atau komersial semata, melainkan sebagai wadah penguat rasa persaudaraan dan kebersamaan.
“Kehadiran Kedai IKA HPMIG Makassar tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati hidangan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan sesama alumni serta masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas Suliyanti Helingo.
Melalui inisiatif ini, IKA HPMIG Makassar berharap dapat memberikan dampak positif bagi jalannya PENAS XVII. Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa komunitas perantau Gorontalo di Makassar tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dan siap bersinergi untuk kemajuan daerah asal mereka.
Penulis: Fathir Antogia



















