LIGONEWS.ID – Pelaksanaan PENAS XVII tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo membawa dampak ekonomi masif sekaligus memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur utama.
Kehadiran ribuan peserta membuat hotel dan penginapan di wilayah Kota dan Kabupaten Gorontalo terisi penuh. Sektor penunjang seperti rumah makan, UMKM, pedagang kelontong, hingga pengemudi bentor turut kebanjiran omzet akibat membeludaknya pengunjung.
Kawasan Limboto menjadi pusat kegiatan, yang berdampak pada kemacetan parah dari wilayah Telaga hingga area Gelanggang Olahraga (GOR) Limboto. Namun, Penjabat Gubernur Gorontalo menilai hal ini sebagai indikator positif.
“Ada geliat ekonomi yang sangat signifikan karena banyak kegiatan yang ditampilkan pada Penas ini. Apalagi sifatnya nasional, diliput oleh berbagai media dan sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Berkah ajang ini juga merembet ke sektor pariwisata. Destinasi unggulan Hiu Paus di Botubarani, Bone Bolango, mencatat lonjakan kunjungan drastis hingga sekitar 500 orang dalam hitungan hari.
Acara puncak Penas 2026 dipastikan semakin berbobot dengan rencana kedatangan Presiden RI, yang belum genap sebulan lalu meresmikan Kampung Nelayan Modern (Kanamu) Merah Putih di Gorontalo. Selain Presiden, sejumlah pejabat seperti Mendagri, Menhub, Mentan, Wamentan, Wamenhut, serta Gubernur Sulawesi Selatan, Maluku, dan Maluku Utara juga dijadwalkan hadir langsung.
Pemerintah daerah berharap kesuksesan Penas 17 ini menjadi batu loncatan agar Gorontalo semakin terbiasa menggelar event besar di masa mendatang demi pertumbuhan ekonomi yang merata.
Penulis: Fathir Antogia



















