MALANG, Ligonews – Ancaman kekerasan terhadap anak terus meningkat. Tiga mahasiswa lintas kampus merespons kondisi ini. Mereka menggelar psikoedukasi “Mengenal Tubuhku, Menjaga Diriku” untuk siswa kelas 6 SDN 01 Tawangargo, Senin (10/8/2026).
Chayara Davhina Fatwa (Universitas Muhammadiyah Malang), Siti Zahra Aqilah (Universitas Muhammadiyah Profesor Dr Hamka), dan Nazhli Putri Ananda Mamonto (Universitas Aisyiyah Yogyakarta) menginisiasi program ini. Mereka melatih para siswa menjaga diri dari berbagai situasi berbahaya.
Pemateri membawakan topik pergaulan sehat, pengenalan emosi, dan batasan tubuh (body safety). Siswa belajar memahami hak penuh atas tubuh dan privasi mereka.
“Anak usia prapubertas sangat rentan. Kami menanamkan kesadaran diri agar mereka memahami batasan tubuh. Mereka harus berani berkata ‘tidak’ pada sentuhan yang tidak nyaman,” tegas Chayara Davhina Fatwa kepada Ligonews, Senin (10/8/2026).
Mahasiswa juga menyoroti keamanan digital. Anak-anak masa kini sangat lekat dengan internet. Oleh karena itu, pemahaman privasi online sangat penting. Siti Zahra Aqilah menjelaskan ancaman bisa muncul kapan saja dari layar gawai.
“Anak-anak sangat aktif bermain media sosial dan game online. Kami menekankan materi keamanan digital. Kami mengajak mereka mengenali interaksi online yang wajar dan yang berbahaya,” papar Zahra.
Praktik “Jurus Anti Bahaya”
Mahasiswa mengemas psikoedukasi ini secara interaktif. Siswa kelas 6 SDN 01 Tawangargo membedah studi kasus secara langsung. Mereka menganalisis situasi tidak aman di dunia nyata maupun maya.
Selanjutnya, pemateri membekali siswa dengan strategi “jurus anti bahaya”. Langkah paling krusial dari strategi ini adalah berani melapor kepada orang dewasa.
“Banyak anak terjebak situasi berbahaya namun memilih diam. Kami ingin mematahkan rasa takut itu. Kami mendorong mereka berani bersuara, bercerita, dan meminta bantuan orang dewasa terpercaya,” ungkap Nazhli Putri Ananda Mamonto.
Program ini menargetkan perubahan nyata. Siswa SDN 01 Tawangargo diharapkan tumbuh menjadi generasi tangguh. Mereka harus waspada dan mandiri menjaga keselamatan dirinya.












