LIGONEWS.ID, GORONTALO – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bulango (Eks PDAM Bone Bolango) akan menuntaskan kewajibannya untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1445 Hijirah.
Kepada media ini, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Perumda Tirta Bulango, Safira Alshaffyah Wartabone mengatakan untuk THR tahun ini akan dibayarkan kepada 82 karyawan termasuk cleaning service.
“Kita akan bayarkan full untuk THR tahun ini, sekaligus gaji. Jadi mereka akan menerima gaji dan THR pada awal bulan April 2024,” kata Pjs Direktur.
Selain itu, Sejak dilantik sebagai Pjs Direktur Perumda Tirta Bulango, Safira mulai membenahinya dari internal.
“Ketika diberi amanah itu, sesuai dengan SK, maka saya melakukan perbaikan di internal, termasuk didalamnya adalah kepegawaian. Target saya dalam satu bulan itu membenahi internal dulu. Saya yakin, kalau internalnya bagus, tidak ada kubu-kubuan, maka otomatis kinerja juga makin bagus,” ucap Safira, yang diketahui merupakan anak dari Kris Wartabone Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Lebih lanjut, dalam kurun waktu sebulan membenahi internal, semangat kerja karyawan semakin membaik. Yang tadinya malas bekerja, tidak melakukan penagihan, dan lain sebagainya berubah total.
“Dengan posisi internal yang baik, maka ini berpengaruh ke hal lainnya. Contoh kehadiran naik, penerimaan kita juga naik. Dalam catatan saya itu, dengan hanya 29 hari masa kerja di Februari, teman-teman bisa mencapai target penagihan itu sampai 96 persen. Alhamdulillah penerimaan kita sangat signifikan dari beberapa bulan sebelumnya,” ujar Safira
Karena di internal semakin baik, Safira mengaku bahwa dirinya kini fokus kepada hal-hal lain. Contoh beberapa perbaikan mulai dikerjakan, tagihan juga mulai ditingkatkan. Yang menjadi ujian di perusahaan eks PDAM Bone Bolango itu adalah terkait dengan hutang-piutang dari jaman ke jaman.
Beberapa hutang angsuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sudah mulai dibayarkan.
“Di SK itu saya hanya 5 bulan, dan fokus untuk membenahi internal. Tidak perlu muluk-muluk, yang penting kita bisa bertahan hidup dulu. Karena mengembalikan keadaan ke posisi yang baik ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses. Pesan dari Bupati, kita harus bangkit, harus semangat lagi,” tutup Safira. (Adv).
Editor : Tim Redaksi.




















