Ligonews, Pohuwato – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo melangsungkan safari optimalisasi penerimaan daerah ke berbagai wilayah. Instansi ini mendatangi Kabupaten Pohuwato guna membedah Potensi PAD Pohuwato yang masih menyimpan peluang amat besar.
Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, memimpin rombongan ini secara langsung. Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Adam, bersama Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, menyambut kedatangan tim provinsi ini. Para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat juga menghadiri agenda penting tersebut.
Pihak provinsi mempresentasikan beragam taktik ampuh untuk mendongkrak pemasukan dari sektor retribusi. Mereka menargetkan kemandirian fiskal melalui pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih rapi.
Danial Ibrahim menyoroti jumlah kendaraan bermotor yang menyentuh angka 71.787 unit. Namun, warga yang melunasi kewajiban mereka baru mencapai persentase 28,14 persen. Fakta ini membuktikan bahwa pemerintah memiliki ruang lebar untuk menggali Potensi PAD Pohuwato secara maksimal.
Pemerintah provinsi dan kabupaten merencanakan peningkatan kesadaran warga serta menyempurnakan fasilitas pelayanan Samsat.
“Transformasi pendapatan daerah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan sinergi yang baik, potensi pajak daerah dapat dioptimalkan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” Rabu (11/03/2026).
Maksimalkan Potensi PAD Pohuwato
Bapenda Gorontalo juga membeberkan sumber pemasukan lain di luar sektor kendaraan. Mereka membidik pajak bahan bakar, air permukaan, alat berat, hingga mineral bukan logam dan batuan.
Iwan Adam merespons positif lawatan kerja tim provinsi. Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyatakan komitmen kuat untuk menyelaraskan langkah demi mengumpulkan sumber penerimaan secara masif.
Kolaborasi Gali Potensi PAD Pohuwato
Iskandar Datau mempertegas peran lintas sektoral dalam mengawal kekayaan daerah. Dia memandang kolaborasi antar instansi memegang peranan krusial guna mengamankan target retribusi.
Agenda safari ini memproyeksikan kesatuan visi antara pengambil kebijakan tingkat provinsi dan kabupaten. Mereka berharap kucuran dana segar ini nantinya mampu menopang pembangunan dan menyejahterakan rakyat.




















