LIGONEWS.ID – PENAS XVII yang berlangsung pada hari Selasa, 23 Juni 2026, menjadi berkah besar bagi para pedagang kaki lima di sekitar Taman Menara Limboto, Kabupaten Gorontalo. Salah seorang pedagang pentol telur, Yela, berhasil meraup omzet hingga di atas Rp1 juta dalam semalam, sebuah lonjakan drastis dibandingkan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, meningkat ya. Kalau Penas ini, semalam bisa di atas satu juta,” ujar Yela.
Lompatan finansial ini terbilang sangat signifikan bagi Yela. Pada hari biasa yang tergolong sepi, omzet kotor lapak jajanan sederhananya hanya mentok di kisaran Rp400.000 hingga Rp500.000 per malam. Sementara pada momen malam Minggu, pendapatannya baru merangkak naik ke angka Rp700.000. Dengan demikian, hasil penjualan satu malam di arena Penas ini setara dengan jerih payah berjualan selama tiga hari berturut-turut pada hari biasa.
Demi mengantisipasi lautan pengunjung Penas yang memadati kawasan ikonik Menara Limboto tersebut, Yela nekat melipatgandakan kapasitas produksinya secara drastis untuk memenuhi permintaan pasar yang membeludak.
“Yang tadinya satu hari cuma bikin harian 2 kilo, ini bisa 5 kilo, 6 kilo,” tambah yela
Keberhasilan meraup untung besar pada pertengahan tahun 2026 ini diakui Yela menjadi bukti nyata bagaimana kegiatan nasional PENAS XVII mampu memberikan dampak ekonomi instan dan riil bagi para pelaku usaha kecil di sekitar Taman Menara Limboto.
Terbukti hingga menjelang larut malam, seiring dengan masih padatnya agenda dan mobilisasi para peserta Penas dari berbagai daerah, lapak pentol telur milik Yela terus konsisten diserbu antrean pengunjung acara. Tingginya antusiasme peserta Penas dan warga lokal yang memadati lokasi membuat seluruh stok jajanan yang disiapkan habis terjual tak tersisa,
Penulis: Fathir Antogia



















