LIGONEWS.ID, GORONTALO – Anggota Komisi I (satu) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea meminta Pj Gubernur Ismail Pakaya, agar tidak buru – buru mengirim hasil seleksi calon Sekprov ke Presiden.
Menurut Adhan, panitia seleksi Sekda Provinsi Gorontalo ini membuat aturan yang tidak ada didalam petunjuk pelaksanaan (juklak).
“Artinya ini dibuat persayaratan yang mengada – ada dan justru mengganjal seseorang serta meloloskan orang yang tidak pernah mengikuti PIM I (satu) dan pasti tiga orang yang diloloskan ini ada pesanan,” ujar Adhan. Rabu (01/11/2023).
Adhan menegaskan seleksi ini menghabiskan dana 2 Miliar. AD juga mengungkapkan jabatan Sekda ini satu satunya eselon satu di Gorontalo.
“Biayanya terlalu mahal. Jangan heran Gorontalo ini lima termiskin di Indonesia, karena pejabatnya banyak merugikan uang rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut kata Adhan, seleksi calon sekda prosesnya tidak benar dan jangan membiasakan rakyat Gorontalo dengan hal – hal yang tidak benar.
“Jadi, jangan pemerintah memberi contoh yang tidak baik bagi rakyat, saya tegaskan lagi pada Pj Gubernur jangan terburu – buru mengusulkan pada Presiden, dituntaskan dulu itu dan kalau tidak diindahkan maka selama saya masih hidup, saya bikin ribut terus. Meskipun saya bukan anggota dewan saya bikin ribut terus. Panitia seleksi Sekda Provinsi Gorontalo abunawas,” tandasnya. (DM).
Editor : Tim Redaksi.




















