LIGONEWS.ID, GORONTALO – Proyek pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, yang dikerjakan oleh CV. Syalwa Pratama.
Proyek pada tahun 2022 tersebut masih menyisakan utang, yakni upah kerja tukang yang belum dibayar masih berkisar ratusan juta rupiah.
Hal tersebut diungkapkan salah satu pekerja, Rianto Idris. Dirinya mengatakan bahwa upah yang belum terbayarkan tersebut dikisaran ratusan juta.
“Kalau dihitung – hitung angkanya sekitar Rp 130 jutaan, saya diajak Edward Nangoy untuk menyelesaikan pekerjaan rehab gedung Sekolah SMA Negeri 1 Paguyaman pada tahun 2022, tetapi upah saya dan teman – teman pekerja lainya belum dibayarkan hingga saat ini,” kata Rianto. Senin (10/09/2024).

Lebih dalam lagi, Rianto mengungkapkan bahwa Edward Nangoy susah dihubungi untuk dilakukan penagihan upah. Dirinya juga menuturkan pernah dilaporkan oleh rekan kerjanya di Polda Gorontalo.
“Nomor saya diblokir oleh Edward, sudah hampir dua tahun upah tidak dibayarkan. Saya sempat dilaporkan di Polda Gorontalo oleh rekan – rekan saya gegara mereka mengira saya lah yang membihongi mereka. Memang saya yang mengajak teman – teman lain untuk menyelesaikan pekerjaan proyek ini, tetapi upah dari pak Edward, di Polda saya katakan sama penyidiknya harus dihadirkan pak Edward dan Direktur Cv Syalwa Pratama,” ungkapnya.
Terakhir Rianto Idris berharap upah kerja yang belum terbayarkan segera diselesaikan.
“Saya berharap upah kami segera dibayarkan, kami akan lihat kedepan kalau tidak dibayarkan ada langkah – langkah yang akan kami tempuh,” tandasnya.
Sementara itu, Edward Nangoy ketika dihubungi lewat sambungan telfon belum merespon.
Editor : Tim Redaksi.



















