LIGONEWS.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mengonfirmasi telah menerima tiga hingga empat surat pemberitahuan rencana unjuk rasa dari sejumlah kelompok masyarakat menjelang pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan digelar pada 20 Juni mendatang.
Menyikapi hal tersebut, Kapolda Gorontalo mengimbau para demonstran untuk bijak dalam memilih lokasi dan waktu aksi agar tidak mengganggu kekhidmatan hajat nasional yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia ini. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan melarang aksi tersebut karena merupakan hak warga negara, namun jalannya unjuk rasa harus dipastikan tertib dan tidak bersinggungan dengan masyarakat atau peserta di area utama.
“Saya imbau, kalau demo jangan di lingkungan tempat kita semua berkumpul, karena masyarakat pun sedang menikmati momen ini. Jangan sampai mereka bersinggungan dengan para pengunjuk rasa,” ujarnya.
Untuk mengawal kondusivitas selama acara berlangsung pada 20–25 Juni 2026, Polda Gorontalo bersinergi dengan Korem dan satuan samping untuk menerapkan skema pengamanan berlapis yang dibagi menjadi Ring Satu, Ring Dua, dan Ring Tiga. Pola ini bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan jadwal acuan (rundown) resmi dari panitia.
Sebagai langkah awal, ratusan personel kepolisian telah disiagakan. Jumlah ini masih bersifat sementara dan siap ditambah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan situasi di lapangan serta profil tamu VVIP yang hadir.
Selain berfokus pada area utama dan jalur protokol, titik pengamanan juga diperluas hingga ke sektor akomodasi. Hotel dan penginapan besar akan mendapatkan penjagaan langsung oleh petugas, sedangkan area pemukiman warga yang dijadikan rumah pemondokan bagi para peserta dari luar daerah akan diawasi secara intensif melalui patroli rutin oleh Polres jajaran.
Penulis: Fathir Antogia



















