Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Lampung Bersaing Jadi Tuan Rumah PENAS XVIII 2029

3
×

Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Lampung Bersaing Jadi Tuan Rumah PENAS XVIII 2029

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LIGONEWS.ID – Peta persaingan calon tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVIII tahun 2029 mulai memanas. Tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Lampung, secara resmi menyatakan kesiapan mereka untuk memperebutkan tongkat estafet kepemimpinan ajang akbar pertanian dan perikanan nasional tersebut.

Agenda pemilihan ini menjadi salah satu daya tarik utama di sela-sela pelaksanaan Rembug Utama PENAS XVII yang resmi digelar di Aula Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/2026).

Example 300x600

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor, mengonfirmasi bahwa selain merumuskan langkah strategis sektor pangan, penentuan lokasi untuk tahun 2029 memang menjadi agenda krusial dalam forum yang dihadiri sekitar 800 utusan provinsi se-Indonesia ini.

Di luar dinamika pemilihan tuan rumah baru, forum ini memikul beban berat untuk merumuskan rekomendasi konkret bagi masa depan pangan Indonesia. Sektor pertanian dan perikanan saat ini tengah dikepung tantangan kompleks, mulai dari ketidakpastian perubahan iklim hingga gejolak ekonomi yang mengancam krisis pangan dunia.

Guna menjawab tantangan tersebut, Rembug Utama kali ini langsung mematangkan materi dialog temu wicara bersama Wakil Presiden Republik Indonesia, serta melakukan transformasi teknologi melalui penandatanganan nota kesepahaman antara KTNA dan Syngenta.

Dukungan penuh terhadap jalannya rembug ini disuarakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo selaku tuan rumah tahun ini. Saat membuka kegiatan, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, mengingatkan seluruh peserta bahwa hasil rumusan dari Gorontalo akan menjadi penentu ketangguhan bangsa di masa depan.

“Suatu negara akan kuat apabila memiliki sistem pangan yang kuat. Karena itu, petani dan nelayan sesungguhnya adalah penjaga kedaulatan bangsa. Merekalah pahlawan pangan Indonesia,” tegas Idah.

Ia berharap, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi tuan rumah berikutnya, keputusan-keputusan strategis yang lahir dari bumi Gorontalo minggu ini harus mampu mempercepat pencapaian swasembada dan langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta nelayan di tingkat bawah.

Penulis: Fathir Antogia

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *