LIGONEWS.ID, GORONTALO – World Coconut Day (WCD) atau hari kelapa sedunia akan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo pada tanggal 21 hingga 25 September 2023.
Tetapi kegiatan tersebut mendapat penolakan dari Aliansi Mahasiswa Kabupaten Gorontalo. Sesuai pamflet yang beredar tertuliskan “Tolak World Coconut Day”
Kepada media ini Presiden BEM UG Man’uth M. Ishak menjelaskan, sesaui inforamsi dan data yang masuk di mahasiswa bahwa kegiatan ini tidak masuk diagenda nasional.
“Kegiatan ini tidakk disuport oleh kementrian dan orang – orang berpikir kegiatan ini sama hal dengan G-20 dan sebagainya, seharusnya disuport oleh Presiden tetapi hingga saat ini belum terlihat ada delegasi khusus yang datang ke daerah untuk meninjau persiapan kegiatan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Man’uth bahwa kegiatan ini seolah – olah dipaksakan dilaksanakan didaerah ini, sebab tidak ada satu pun statman dari orang – orang dipusat untuk mendukung kegiatan ini.
“Ini agenda nasional bahkan yang dibawa itu bukan Kabupaten Gorontalo tapi Indonesia, karena ada tamu dari luar negeri dan ini terkesan tidak diauport oleh negara. Berarti secara tidak langsung kami mahasiswa memandang hanya gagah – gagahan pak bupati untuk membawa kabupaten go internasional dan sebagainya,” jelasnya. Kamis (07/09/2023).
Selain itu juga dirinya mendapat informasi bahwa penanaman kelapa tersebut agendanya di Kecamatan Mootilango dan dugaan ladang tersebut merupakan milik Bupati Nelson.
“Dugaan kami lahan yang akan ditanami bibit kelapa tersebut milik Bupati Nelson,” singkatnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa sesuai temuan defisit anggaran di Kabupaten Gorontalo malah membuat kegiatan seperti ini.
“Seharusnya pemerintah lebih fokus untuk berbenah dan memperbaiki 14 pekerjaan yang putus kontrak dari pada mengurus kegaiatan seprti ini,” ungkap Man’uth.
Sementara itu Susanto Kadir berpesan kepada Bupati Nelson agar fokus dulu untuk menyelasikan masalahnya dengan Ifanah Abdulrahman.
“Masalah Bupati dan Ifanah ini sudah di tahu oleh seluruh masyarakat lokal, nasional bahkan tidak menutup kemungkinan sudah di tahu oleh orang luar negeri, jangan sampai ada tamu dari luar daerah yang datang malah menanyakan soal isu yang berkembang saat ini. Sejatinya saya berpesan lebih baik pak Bupati fokus saja dulu ke Ifanah,” harapnya. (DM)
Editor : Tim Redaksi.




















