LIGONEWS.ID – Provinsi Gorontalo siap mencetak sejarah baru di wilayah Indonesia Timur bagian utara. Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama instansi terkait tengah mematangkan persiapan akhir untuk menyambut gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 mendatang.
Ajang nasional ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan bagi para petani dan nelayan, melainkan disulap menjadi festival akbar yang memadukan edukasi teknologi, pameran modern, atraksi budaya nusantara, hingga promosi pariwisata daerah.
“Ini menjadi catatan sejarah bagi Gorontalo. PENAS XVII pertama kali digelar di wilayah Indonesia Timur bagian utara dan antusiasme peserta sangat tinggi,” ujar Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Kabupaten Gorontalo.
Gusnar menjelaskan, kawasan Gelar Teknologi dan pameran pertanian akan dibuka untuk masyarakat umum setelah seremoni pembukaan. Selain agenda edukasi di siang hari, panitia juga menyiapkan panggung seni setiap malam yang akan menampilkan atraksi budaya dari seluruh provinsi di Indonesia, serta paket kunjungan ke destinasi wisata unggulan Gorontalo.
Antisipasi Cuaca Terbuka

Mengingat banyaknya agenda yang akan dilaksanakan di ruang terbuka (outdoor), Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan cuaca harian di wilayah Limboto dan sekitarnya.
Berdasarkan laporan BMKG, kondisi cuaca di lokasi kegiatan diprediksi berawan dari pagi hingga malam hari.
“Insya Allah belum ada rencana modifikasi cuaca, tapi kita terus mengantisipasi,” kata Gusnar menambahkan, menegaskan bahwa skema mitigasi di lapangan tetap disiagakan penuh agar acara berjalan nyaman.
Ratusan Personel Gabungan Disiagakan

Dari sisi keamanan, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mengerahkan sedikitnya 786 personel sebagai kekuatan awal untuk mengawal jalannya acara. Jumlah tersebut bersifat dinamis dan siap bertambah menyesuaikan jumlah tamu VVIP yang hadir serta dinamika di lapangan.
Polda Gorontalo bersama Korem dan satuan samping akan menerapkan sistem pengamanan berlapis yang dibagi dalam Ring Satu, Ring Dua, dan Ring Tiga. Area penjagaan juga diperluas hingga ke hotel, penginapan, serta pemondokan di rumah-rumah warga yang akan dipantau melalui patroli rutin.
Menanggapi adanya sejumlah pemberitahuan rencana unjuk rasa dari kelompok masyarakat menjelang pembukaan, Kapolda Gorontalo menegaskan pihak kepolisian tidak akan menghalangi hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengimbau agar aksi dilakukan dengan tertib di lokasi dan waktu yang tepat agar tidak mengganggu kekhidmatan acara rakyat ini.
“Kami tetap akan menjaga dan mengamankan agar unjuk rasa berjalan tertib dan lancar. Tapi lihat tempatnya, jangan sampai mengganggu kekhidmatan acara kita semua. Ini acara rakyat semua, NKRI ada di sini,” tutup Kapolda Gorontalo.
Penulis: Fathir Aantogia



















