Foto : Risan Pakaya Istimewa
LIGONEWS.ID, GORONTALO – Garda Pemuda Ansor (GP Ansor) ikut memberikan komentarnya terkait surat petisi yang dilayangkan sejumlah Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) kampusnya dinahkodai oleh mantan narapidana tindak pidana korupsi.
Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Gorontalo, Risan Pakaya mengatakan, bahwa di kampus wajar yang begitu. Karena Mahasiswa adalah Agent of Change.
“Kalau kita melihatnya itu dilematis, kalau di sisi lain di regulasi enggak boleh ada narapidana. Dan di sisi lain juga kita melihat dari pernyataan L2DIKTI tidak mau ikut campur di persoalan ini, karena itu adalah urusan yayasan dalam hal ini PWNU,” ucapnya. Rabu (24/08/2022).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa regulasi terabaikan dengan adanya yayasan, di regulasi tidak boleh ada narapidana.
“Kalau kita melihat, bahwa Ketua PWNU (Zulkarnain Suleman_red) ingin mempertahankan Rektor (Ridwan Tohopi_red), minimal ada prestasi atau apa,” jelasnya.
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), itu memberikan masukan kepada PWNU Gorontalo untuk bagaimana melihat regulasi yang mengatur persoalan tersebut.
“GP Ansor memberikan masukan terhadap PWNU Gorontalo untuk kembali melihat kebijakan yang diberikan kepada yayasan dalam hal ini PWNU, dan juga melihat bagaimana terkait regulasi mengatur itu,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa Rektor UNUGO Ridwan Tohopi mengatakan Statuta UNUGO sendiri tidak mengatur status narapidana bisa menjadi Rektor. Namun oleh Risan Pakaya harus merujuk kepada regulasi yang ada.
“Kalau kita melihat statemen pak Ridwan Tohopi itu katanya tidak ada Statuta yang mengatur narapidana. Statuta dibuat merujuk ke mana.? mestinya rujukan Statuta yang dibuat itu merujuk ke regulasi,” imbuhnya.
Sebagai organisasi yang memiliki manhaj jelas, PWNU Gorontalo kata Risan jangan mengabaikan aturan yang ada.
“Persoalan di UNUGO itu apa motif dari PWNU kemudian seolah-olah mengabaikan aturan dari L2DIKTI.? Sebagai anak organisasi NU kemudian mampu meletakan ini pada tempatnya, kita ketahui bersama, bahwa NU ini kan manhajnya jelas. Tentu kalau bicara kebenaran bahwa Rektor UNUGO ini adalah mantan narapidana,” Tandasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Gorontalo Zulkarnain Suleman saat dihubungi mengatakan bahwa saat ini dirinya tengah berangkat ke luar daerah.
“Saya masih berangkat ke Jakarta, nanti saya mo koordinasi dengan saya pe Sespri aa. Saya buru-buru ke Bandara,” tukas, seperti dikutip dari Koordinat.co
Penulis : Dafid


















