LIGONEWS.ID, JAKARTA – Adhan Dambea bersama komisi satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, hari ini melakukan kunjungan kerja di Kementrian Dalam Negeri. Jumat (01/09/2023).
Kepada media ini, Aleg Adhan Dambea menjelaskan bahwa kedantangan Komisi Satu DPRD tersebut adalah membahas soal pertambangan yang ada di Provinsi Gorontalo.
“Semua komisi satu hadir, kita membahas terkait perizinan dan diterima oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Ibu Rincih Rustiana, S.Sos, M.SI selaku Subdit Wilayah Satu,” jelas Adhan.
Lebih lanjut kata Adhan, bahwa setelah pertemuan tersebut dirinya memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan saran kepada Kementrian Dalam Negeri.
“Saran pertama, bahwa Kemendagri agar tidak semerta – merta menerima laporan dari siapapun dia yang untuk menjatuhkan seorang kepala daerah,”
“Kedua saya sarankan, sebaiknya lembaga yang resmilah perlu mendapat perhatian dari Kemendagri, seperi DPR lah yang lembaga resmi,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa jangan Kemendagri terpancing dengan aksi demo serta orang yang menangis untuk menjatuhkan seorang kepala daerah.
“Jangan cuman gegara demo atau orang yang menangis membawa laporan ke Kemendagiri langsung diproses laporanya untuk menjatuhkan kepala daerah dan ini berlaku diseluruh Indonesia. Seharusnya mengacu ke rekomendasi DPRD masing – masing daerah,” ucap mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo ini.
Terakhir dirinya sangat menyayangkan kalau setiap permasalahan menyangkut kepala daerah didemo sana sini dan lebih baik diserahkan ke DPRD.
“Rusaklah Negeri ini kalau Kemendagri memproses setiap masalah hanya mendengarkan setiap demo. Kalau DPRD saya tidak menjadi masalah sebab itu lembaga resmi yang membidangi hal tersebut,” tandasnya.
Perlu diketahui juga pada hari Sabtu dini hari nanti, Adhan Dambea bakal bertolak dari Jakarta menuju Kota Makassar untuk menghadiri undangan resepsi pernikahan anaknya Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. (DM)
Editor : Tim Redaksi.



















