LIGONEWS.ID, GORONTALO – Penggunaan mobil operasional di Perumda Tirta Limutu mendapat kritikan dari salah satu aktivis Gorontalo Robin Bilondatu.
Kepada media ini, Robin mengatakan bahwa mobil operasional tersebut seharusnya digunakan oleh pegawai atau manager di Perumda Tirta Limutu dalam hal meningkatkan pelayanan.
“Mobil ini setahu saya dipergunakan dalam hal menunjang kemudahan operasional kantor. Bayangkan saja apabila pegawai atau manager ada urusan mendadak diluar kantor dan hal pelayanan, terus mobil yang seharusnya mereka pakai tidak ada, kan bisa dipastikan pelayanan akan terganggu,” kata Robin. Kamis (02/05/2024).
Robin pun mengungkapkan, seharusnya mobil tersebut harus selalu stand by di kantor Perumda Tirta Limutu, bukan malah digunakan oleh staf dewan pengawas.
“Ini kan lucu, kemarin saja saya dapat info bahwa karyawan akan menggunakan mobil ini, tetapi malah mobil opersional digunakan oleh orang lain bukan dalam hal pelayanan operasional kantor,” ungkapnya.
Dirinya berharap dengan Direktur yang baru ini, harus ada perubahan dan peningkatan pelayanan dilingkungan Perumda Tirta Limutu.
“Jangan sampai kelaur kalimat, direktur bisa diatur oleh siapa saja, apalagi baru beberapa bulan menjabat, kita berharap direktur mendengar keluhan ini,” harapnya.
Perlu diketahui, adapun mobil operasional tersebut berjumlah dua yunit, yaitu mobil Terios dan Ertiga.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomi Hendra Said, ketika dihubungi lewat sambungan telfon menuturkan bahwa mobil operasioanl tersebut berada di dewan pengawas dan yang satunya berada dikomite audit.
“Mobil yang satu sama pak Teddy Neu sebagai Dewan Pengawas, yang satunya sama pak Sirajudin Hutuba selaku Komite Audit,” tuturnya.
Disinggung soal apakah ada kebijakan baru yang dikeluarkan direktur soal penggunaan mobil operasional, Tomi menepis informasi tersebut.
“Tidak ada kebijakan baru, tetapi kami dalam minggu – minggu ini akan melakukan penagihan masif dan kami akan meminjam kembali mobil tersebut. Mobil tersebut tidak permanen ke mereka berdua. Ketika kami butuhkan kami pinjam dan selesai kami pakai apabila mereka butuhkan dalam hal kegiatan pengawasan serta pembinaan diyunit dan dibutuhkan ya dipinjam lagi ke kami,” jelasnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa mobil tersebut digunakan dalam hal urusan pekerjaan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas maupun Komite Audit dan bukan urusan pribadi.
“Mobil yang sama pak Sirajudin sudah mau satu bulan dan sama pak Teddy sudah dua bulan lebih. Mobil tersebut mereka gunakan dalam hal membantu urusan kantor untuk koordinasi dan sudah saya laporkan sama pak dewan pengawas soal ini, jawaban dari pak dewas apabila digunakan oleh karyawan perumda, silahkan dipakai saja,” tandas tomi. (DM).
Editor : Tim Redaksi.



















