Ligonews – Jurnalis Gorontalo memperkuat kolaborasi lintasorganisasi melalui Temu Jurnalis yang berlangsung selama dua hari di Gorontalo. Panitia menutup kegiatan itu setelah merampungkan pelantikan AMSI, Musda dan pelantikan IJTI, serta pelantikan SMSI Provinsi Gorontalo.
Rangkaian agenda tersebut memperlihatkan satu hal penting: organisasi pers di Gorontalo ingin bergerak bersama. Media siber, jurnalis televisi, dan pelaku pers daerah bertemu dalam forum yang sama.
Ketua Panitia Temu Jurnalis, Lukman Polimengo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengurus agenda kelembagaan. Ia menilai forum tersebut juga memperkuat hubungan antarjurnalis dan antarmedia.
Jurnalis Gorontalo Buka Ruang Belajar untuk Generasi Muda
Panitia juga menggelar workshop jurnalistik yang melibatkan siswa dan mahasiswa. Melalui sesi itu, peserta muda mendapat kesempatan belajar langsung dari para profesional media.
Forum seperti ini penting bagi ekosistem pers daerah. Siswa dan mahasiswa tidak hanya mengenal jurnalistik sebagai teori, tetapi juga melihat cara wartawan membangun disiplin, akurasi, dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan tersebut menghadirkan suasana akrab. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias, sementara insan pers menggunakan momentum itu untuk saling bertukar pengalaman.
Temu Jurnalis Dorong Kualitas Informasi Publik
Lukman berharap Temu Jurnalis menjadi titik awal penguatan solidaritas media di Gorontalo. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antarmedia untuk meningkatkan kualitas jurnalisme daerah.
“Semoga, melalui acara ini, jurnalis dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan memberikan informasi yang akurat serta bermanfaat,” tandas Lukman.
Harapan itu terasa relevan. Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tetapi kecepatan tanpa akurasi hanya melahirkan kebisingan. Pers Gorontalo kini punya pekerjaan besar: menjaga kepercayaan publik lewat kolaborasi, etika, dan mutu pemberitaan.
Temu Jurnalis menutup agenda dua hari dengan pesan sederhana: organisasi pers boleh berbeda rumah, tetapi kerja jurnalistik tetap berdiri di atas kepentingan publik.
Editor: Alkap Prayoga




















