Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

Oknum Mahasiswa Yunus Pasau Hina Presiden RI, Kapolda Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

5
×

Oknum Mahasiswa Yunus Pasau Hina Presiden RI, Kapolda Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LIGONEWS.ID, GORONTALO – Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Helmy Santika,S.H.,S.I.K.,M.Si menggelar konferensi pers di Lobby Presisi I Polda Gorontalo terkait viralnya video mahasiswa disalah satu perguruan tinggi yang saat berorasi dalam demo menolak kenaikan BBM. Minggu (04/09/2022).

Sebelumnya oknum mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tersebut menghina Presiden Republik Indonesia dengan menggunakan kata-kata tidak sopan. Kapolda Helmy mengatakan bahwa pihaknya mengedepankan soft approach.

Example 300x600

“Begitu video orasi mahasiswa dengan kata-kata yang tidak sopan ini viral, kita bergerak cepat, untuk mengamankan saudara Yunus Pasau dari kampusnya, guna melindungi yang bersangkutan dari tindakan persekusi ataupun bullying dari pihak-pihak yang terganggu dengan pernyataan orasi yang bersangkutan, sekaligus dilakukan pemeriksaan oleh penyidit Ditreskrimsus Polda Gorontalo,” kata Helmy.

Kapolda Gorontalo Saat Menemui Oknum Mahasiswa UNG Yunus Pasau

Helmy menjelaskan bahwa proses hukum tetap berjalan, namun terhadap yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan.

“Kami tidak ingin menghambat proses belajar mengajar yang bersangkutan di Kampus, karena yang bersangkutan ini kan aset bangsa, jadi tidak ditahan, namun proses hukum tetap berjalan, saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi, yang bersangkutan tadi saat diperiksa mengatakan bahwa apa yang dikatakan saat orasi muncul secara spontan, selama pemeriksaan oleh penyidik, yang bersangkutan diberikan edukasi tentang bagaimana menyampaikan pendapat di depan umum yang baik sesuai dengan undang-undang serta menggunakan bahasa-bahasa yang sopan dan beretika yang bisa menimbulkan simpati masyarakat,” terang Jenderal Bintang dua tersebut.

Mantan Kasatgas pangan Bareskrim Polri tersebut menegaskan bahwa orasi boleh, tapi gunakan Bahasa yang baik.

“Kita ini dikenal sebagai bangsa yang beradab, punya etika dan sopan santun, silakan berorasi karena itu hak setiap masyarakat untuk menyampaikan pendapat di depan umum dan itu dilindungi undang-undang, namun caranya yang harus diperhatikan, ada hak orang lain di sana, ada etika dan sopan santun, agar ini menjadi perhatian dan pembelajaran bagi mahasiswa lainnya,” tegasnya

Pasal yang dipersangkakan oleh penyidik kepada mahasiswa Yunus Pasau adalah pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 A ayat 2 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

“Selain Yunus Pasau, Penyidik Ditreskrimsus Polda Gorontalo juga memeriksa jenderal lapangan (korlap) pada saat melaksanakan aksi unjuk rasa serta dosen yang bersangkutan,” tandas Kapolda Helmy.

Sumber : Humas Polda Gorontalo

Editor : Dafid Mohamad

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *