Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

Korban YTR Dirawat Intensif, Pemprov Jabar Siapkan Pendampingan

44
×

Korban YTR Dirawat Intensif, Pemprov Jabar Siapkan Pendampingan

Sebarkan artikel ini
Korban YTR dirawat intensif di RSHS Bandung dan mendapat pendampingan Pemprov Jabar.
Korban YTR dirawat intensif di RSHS Bandung dan mendapat pendampingan Pemprov Jabar | Foto: Antara
Example 468x60

Ligonews.ID – Korban YTR masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung setelah mengalami dugaan penyekapan dan penganiayaan oleh Taufik Hidayat. Pemprov Jawa Barat memastikan pendampingan medis berjalan sampai korban pulih.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan perkembangan itu pada Selasa (30/6/2026). Ia bertemu pihak rumah sakit dan dokter yang menangani korban.

Example 300x600

Dedi sengaja tidak menemui YTR secara langsung. Ia ingin menjaga kondisi medis dan psikis korban selama masa perawatan.

Korban YTR Ditangani Tim Medis RSHS Bandung

Dilansir dari Detiknews, Dedi mengatakan ia menemui direktur dan para dokter di RSHS Bandung. Pertemuan itu membahas kondisi terkini YTR dan rencana penanganan medis ke depan.

“Saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien,” ujar Dedi.

Dedi menegaskan Pemprov Jabar akan mendukung seluruh kebutuhan pemulihan korban. Dukungan itu mencakup pengobatan hingga operasi rekonstruksi.

“Paling utama adalah melihat perkembangan dan rencana ke depan, dari sisi medis dan insya Allah tadi sudah disampaikan, Pemprov Jabar akan mendampingi sampai sembuh,” tegasnya.

Taufik Hidayat Sempat Datangi Gedung Pakuan

Di tengah perhatian terhadap kondisi YTR, Dedi juga mengungkap fakta baru terkait Taufik Hidayat. Sebelum polisi menangkapnya, Taufik sempat mendatangi Gedung Pakuan sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Taufik datang ke pos jaga dengan helm dan masker. Ia meminta bertemu Dedi sebelum menjalani proses hukum.

“Jadi, Taufik sempat datang ke Gedung Pakuan jam 04.00 WIB dini hari, menemui pos jaga dan dia ngomong pakai helm, pakai masker, ‘Saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara, tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu,’” kata Dedi.

Dedi menyebut CCTV Gedung Pakuan merekam kedatangan Taufik. Saat itu, Taufik telah berstatus tersangka dan masuk daftar pencarian orang Polda Jawa Barat.

Taufik Juga Berusaha ke Lembur Pakuan

Dedi mengatakan Taufik tidak hanya mendatangi Gedung Pakuan. Ia juga sempat berusaha menuju kediaman pribadi Dedi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Rencana itu tidak berlanjut. Orang yang mengantar Taufik merasa takut saat perjalanan.

“Jadi itu dan CCTV-nya ada, dan dia mencari dan dia juga berusaha datang ke Lembur Pakuan, sampai di Cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, Taufik tidak mencari perlindungan agar bebas dari proses hukum. Ia menilai Taufik ingin menyampaikan sesuatu sebelum masuk penjara.

“Jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan,” katanya.

Pemprov Jabar kini memusatkan perhatian pada pemulihan YTR. Dedi memastikan pemerintah daerah tetap mendampingi korban selama proses medis di RSHS Bandung.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *