LIGONEWS.ID, Gorontalo – Pelantikan Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) wilayah Gorontalo periode 2022-2025, resmi dikukuhkan di Grand Q Hotel, Kamis (18/08/2022). dr. Serly Daud M.kes resmi dilantik sebagai Ketua Persi Gorontalo.
Sekertaris Provinsi Gorontalo Darda Daraba dalam sambutannya mengatakan dengan adanya keberadaan organisasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) wilayah Gorontalo sangat dibutuhkan dalam mendorong Rumah sakit untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yanng berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
“Dibutuhkan pembinaan perumahsakitan, guna pemenuhan hak dan kewajiban pasien dan Rumah sakit yang bertujuan untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya.

Di tempat yang sama Ketua Umum Persi Pusat dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS, FISQua mengatakan, PERSI sendiri ada di 32 wilayah yang memiliki kepengurusan.
“Ada dua wilayah kepengurusanya masih bergabung yaitu Sulawesi Selatan Barat dan Kaltimtara, Kalimantan Timur dan Utara. Jadi ada 32 wilayah PERSI dari 34 Provinsi,” jelasnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa PERSI dibentuk merupakan perhimpunan dari anggota karena kebutuhan memajukan rumah sakit bersama.
“Memajukan mutu, pasien kemudian melalui tatakelola organisasi, klinik dan etik yang baik, ya jadi kepentingan bersama disitu,” ujar Bambang.
“Tantangan kedepan yaitu masalah global dan nasional disamping regional ya dan masalah nasional bagaimana meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, kemudian bagaimana meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam hal menyediakan kompotensi klinis masyarakat. Bagaimana sistem rujukan antara RS itu bisa dibangun. Tapi diera digital ini persoalan tarif jaminan kesehatan belum naik dalam wakru enam tahun,” lanjutnya.
“Untuk global persaingan rumah sakit global bisnis makin tinggi dan di Indonesia telah dibuka untuk investasi modal asing telah dibuka 100% dan boleh dimana saja. Kedepan saya yakin dokter asing juga akan masuk di Indonesia,” tandasnya.

Ketua PERSI Gorontalo dr. Serly Daud M.kes yang baru saja dilantik menjelaskan bahwa Persi hadir untuk bisa memberikan rekomendasi kepada para pengambil kebijakan seperti para direktur RS, pemerintah daerah khususnya dinkes provinsi, kabupaten dan kota terkait hal-hal apa saja yang perlu dipenuhi dalam pemenuhan hak-hak pasien dan kewajiban RS terhadap Pasien.
“Mudah-mudahan nantinya pengurus yang baru ini bisa bekerja dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” Harapnya.
Lebih jelas dirinya mengatakan bahwa PERSI Gorontalo sudah duduk rapat bersama membahas apa – apa saja apalagi dalam waktu dekat semua RS wajib teragreditasi dan program kedepan yaitu worskop – worskop.
“Saya tau seluruh rumah sakit masi kurang agreditasi apakah dokumen dan lain – lainya kita punya waktu sampai dengan akhir tahun ini sampai dengan Februari karena kita sudah di detlain dari BPJS tahun 2023 seluruh rumah sakit di Indonesia sudah teragreditasi,” pungkas Direktur RSUD Toto Kabila. (ADV).
Penulis : Dafid Mohamad


















