LIGONEWS.ID, KAB. GORONTALO – Karyawan Esta Dana Ventura Cabang Limboto Kabupaten Gorontalo mendatangi rumah salah satu nasabah yang ada di Kelurahan Hutuo, untuk menagih angsuran pinjaman yang sudah jatuh tempo. Selasa (20/09/2022).
Sebelumnya awak media Ligonews.id, mendapatkan informasi pada pukul 19.30 WITA bahwa ada beberapa orang Karyawan Lembaga Keuangan Non-Bank dengan model modal ventura /microfinance institute, PT. Esta Dana Ventura melakukan penagihan yang diduga tidak sesuai prosedur.
Berdasarkan informasi tersebut awak media mendatangi rumah salah satu warga dan menjumpai pihak Esta Dana Ventura berjumlah tiga orang sementara melakukan penagihan kepada salah satu nasabah. Dilokasi itu juga sempat terjadi adu mulut antara nasabah dan pihak karyawan Esta Dana hingga membuat warga sekitar berkumpul.
Kepada media ini, nasabah tersebut menceritakan kronologis peristiwa yang mengganggu ketenangan rumahnya itu. Sebelum tiga orang karyawan Esta Dana Eventura Cabang Limboto mendatangi rumahnya untuk menagih angsuran pinjaman yang sudah jatuh tempo dan harus dibayarkan pada malam ini juga.

Nasabah yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku sudah memberitahu karyawan Esta Dana bahwa dirinya belum punya uang untuk membayar angsuran pinjaman, namun ketiga karyawan itu tidak mau mengerti dan meminta sang nasabah untuk tetap membayar angsuran pinjamannya hari itu juga tanpa ada toleransi sedikitpun.
“Saya bilang belum ada uang, saya minta keringanan untuk membayar besok. Tapi mereka tidak bisa, tidak mau tahu dan tetap meminta saya untuk membayar,” katanya kepada media ini.
“Bahkan saya disuruh meminjam kepada tetangga malam ini, tetapi saya katakan tidak ada yang memberikan pinjaman uang, kalau besok saya akan usaha pinjam kepada teman-teman yang ada di sekolah barangkali mereka akan memberikan pinjaman,” jelasnya sambil meneteskan air mata memohon keringanan untuk diberikan waktu.
Tidak terima dan tidak mau tahu dengan alasan nasabahnya, ketiga karyawan itu lantas tidak mau pulang. Mereka terus menunggu dan menunggu dengan tetap memaksa nasabah itu untuk membayar angsuran pinjamannya, bagaimana pun caranya.
“Menurut saya ini sudah arogan dan bahkan malam ini saya diminta untuk meminjam uang kepada orang untuk membayar angsuran. Tapi saya tidak bisa, dan yang lebih saya tidak terima, ada salah satu karyawan yang sudah mengeluarkan makian terhadap saya dengan perkataan K*DA C*ki,” bebernya.
Sementara itu Kepala Cabang Esta Dana Venture Limboto pada saat dimintai klarifikasi oleh awak media menjelaskan bahwa dari beberapa waktu lalu pinjaman ini berdasarkan kelompok dan tidak melakukan tagihan dari rumah ke rumah melainkan diperkumpulan kelompok.
“Dari angsuran awal-awal, ini Ibu menunggak terus, pada saat dia menunggak itu kan kita ada sistem tanggung renteng misalnya kalau ada yang tidak mampu bayar ya anggota wajib tanggung renteng dan itu sudah menjadi kesepakatan awal,” jelasnya.
“Nasabah atau ibu tersebut tidak lagi mendatangi rumah perkumpulan dan bahkan debitur tersebut ketika dikunjungi dirumahnya tidak pernah berada dilokasi. Kami mau datang pagi, siang, sore bahkan malam pun tidak pernah ketemu,” lanjutnya.

Disinggung soal potongan sebesar Rp 500 ribu dari total pinjaman kurang lebih sebesar Rp 2,8 juta dirinya membenarkan bahwa ada potongan tersebut dan sudah dijelaskan terlebih dahulu kepada calon penerima dana pinjaman sebelum pencairan.
“Ya benar dan kita ada potongan administrasi Rp 240 ribu, BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 60 ribu dan simpanan Rp 100 ribu, pada saat pencairan juga dijelaskan dan bukan hanya dari pihak surveyor juga yang datang. Itu ada pihak Esta Dana sebagai pimpinan ada pada saat pencairan ada kita jelaskan, jadi kalau menurut ibu tidak dijelaskan kayaknya bukan begitu informasinya pak dan diatas amplop itu semua ada dijelaskan potongan-potongan itu ada,” imbuhnya.
“Terkait karyawan saya yang mengeluarkan perkataan makian selaku pimpinan dirinya memohon maaf sebesar-besarnya,” tandasnya.
Perlu diketahui juga Kepala Cabang Esta Dana Ventura Limboto tidak mau menyebutkan namanya ketika diminta oleh awak media dan menyarankan agar menulis saja sebagai Kepala Cabang saja.
Penulis : Dafid Mohamad.

















