LIGONEWS.ID, GORONTALO – Masalah pengelolaan keuangan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bulango eks PDAM Bone Bolango tak habis-habisnya. Senin (09/10/2023).
Setelah mantan Direktur Yusar Laya masuk bui gegera dugaan korupsi di Perumda Tirta Bulango, kali ini Ahmad Bahri yang belum setahun menjabat sebagai direktur malah diduga menggunakan kekuasaan tanpa ada koordinasi dengan Pemda Bone Bolango dan Dewan Pengawas.
Dari data yang masuk dimeja redaksi Ligonews.id, adapun dugaan masalah keuangan yang terjadi di Perumda Tirta Bulango saat ini yaitu :
1. Gaji Direktur yang tinggi dan tidak sesuai dengan kondisi perumda yang lagi saki. Adapun rincianya sebagi berikut.
– Gaji Rp 13.750.000
– Tunjangan Transpor Rp 5.000.000
– Tunjangan Representatif Rp 11.000.000
-Totalnya : Rp 29.750.000.
Disisi lain karyawan perumda dipotong gaji dan bahkan ada yang sudah minus gajinya dengan alasan penghematan.
2. Laporan harian pemasukan dan pengeluaran kas yang tidak trnasparan dan tidak tercatat sejak bulan Februari – Agustus 2023.
3. Hutang – hutang yang dipinjam, tidak jelas peruntukanya dan tidak jelas pencatatanya dalam laporan keuangan tanpa koordinasi dengan manager administrasi dan keuangan.
4. Pengambilan uang sejumlah Rp 30.000.000 oleh direktur dengan alasan uang muka THR tahun 2024 dan tidak jelas dananya disimpan dimana.
5. Pekerjaan pemasangan jaringan pipa dikampus UNG yang dibiayayi oleh pinjaman hutang oleh perumda tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dan memakai barang bekas dalam pekerjaannya dan sampai sekarang pihak pekerja masih menahan mobil operasional pic up perumda Nopol DM 8190 EB, karena direktur belum melunasi sisa hutang pekerjaan tersebut.
6. Hutang yang sudah semakin banyak dengan rincian.
– Pinjaman pembayaran hutang ke Korpri Rp 170.000.000
– Pinjaman ke Koprasi Perumda Kota Rp 150.000.000 (100 juta pokok + bunga 50 juta)
– Pinjaman dari direktur untuk Perumda Tirta Bulango Rp 100.000.000 dan tidak jelas tata cara pengembalianya.
– Hutang pembelian air curah ke Perumda Kota Gorontalo Rp 81.000.000
– Total Hutang dan Pinjaman Rp 501.000.000.
7. Perampingan struktur Perumda dengan alasan penghematan tapi membuat jabatan lain yang tidak termasuk didalam struktur serta tumpang tindih dengan induk jabatan seksinya dan diberikan tunjangan diantaran yaitu :
– Jabatan koordinator penagihan Tapa
– Jabatan koordinator penagihan Tilongkabila
– Jabatan koordinator produksi
– jabatan koordinator transmisi dan distribusi.
8. Potongan gaji karyawan untuk pinjaman karyawan di BRI tidak dibayarkan untuk bulan Maret sebahagian dan bulan April keseluruhan.
Dari beberpa data yang masuk tersebut sebelumnya juga sudah masuk dimeja Wakil Bupati Bone Bolango, Dr. Merlan S. Uloli SE. MM.
Hingga berita ini dilansir. Tim Redaksi Ligonews.id, masih berusaha menghubungi Asisten II Bidang Ekonimi Pembangunan dan SDA, Basir Noho.
Perlu diketaui juga, menurut informasi yang tim awak media Ligonews.id dapatkan, permasalahan ini sudah ditangani oleh pihak Pemda Bone Bolango dan pada besok hari Tim BPK perwakilan Provinsi Gorontalo akan mendatangi Kantor Perumda Tirta Bulango. (DM).
Editor : Tim Redaksi




















