LIGONEWS.ID, KAB. GORONTALO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MM Dunda Limboto mengalami peningkatan kunjungan pasien bahkan ada beberapa ruang inap sudah dinyatakan full.
Direktur Utama dr. Alaludin Lapananda kepada awak media ketika ditemui diruanganya mengatakan bawah ada peningkatan pasien untuk beberapa minggu ini dan posisi saat ini BOR (Bed Occupancy Rate) atau laporan pemakaian tempat tidur di RS tersebut kurang lebih 80 sampai dengan 90%.
“Artinya pemanfaatan tempat tidur itu dilakukan secara maksimal dan peningkatan pasien ini diakibatkan fenomena perubahan cuaca, penyakit yang diderita pasien sendiri sebagaian besar diakibatkan kondisi cuaca atau alam misalnya DBD, gangguan pencernaan untuk pasien yang dirawat dan alhamdulillah cuman dirawat dua sampai dengan tiga hari dan dilihat perkembangan sudah membaik sudah langsung pulang,” kata dr. Alaludin. Senin (19/09/2022).
Saat itu juga kata Direktur, peningkatan pasien yang masuk di RSUD MM Dunda yaitu kurang lebih 40 – 50% setiap hari. Mengantisipasi agar tidak menumpuknya pasien disetiap koridor atau ruangan dirinya melakukan perawatan yang maksimal dan efisien.
“Ini dilakukan sehingga perputaran pasien itu bisa terjaga walaupun posisi sekarang tempat tidur pasien saat ini mencapai 80% tidak ada penumpukan pasien didepan, karena kami sudah berkonsultasi dengan perawat, dokter dan bidang pelayanan untuk memperhatikan hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Dirinya juga mengakui bahwa saat ini kendala yang dihadapi oleh RSUD yaitu updet ketersediaan tempat tidur melalui aplikasi Sistem Informasi Rawat Inap (SIRANAP) yang saat ini belum berjalan dengan baik.
“Hal itu diakibatkan oleh sistem informasi manajemen rumah sakit yang saat ini masih dalam tahap perbaikan karena ada dua pilihan yang masih dibicarakan dalam manajemen, apakah kita mau kontrak atau tidak atau kah kita memaksimalkan SDM yang ada di RS dan sesuai hasil rapat kita pada bulan lalu masih berkeinginan untuk memaksimalkan SDM yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut dr. Alaludin mengungkapkan bahwa pertimbangan yang dirinya dan pihak manajemen pertimbangkan adalah terkait ketersediaan anggaran saat ini. Untuk RS Dunda sendiri kata Alaludin masi dalam tahap menyelesaikan pembayaran hutang ke pihak ketiga.
“Kalau tidak dibayar kita akan dikunci sehingga pengadaan obat dan lainnya bisa bermasalah dan itu penting yang harus diberikan kepada pasien dan terkait pelaporan kami akan upayakan dibulan Oktober. Kalau SDM kita tidak mampu melakukan Bridging atau yang menginformasikan SIM RS termasuk SIRANAP ini dengan terpaksa kita akan melakukan kontrak deng pihak ketiga dan kosekuensi kita mengeluarkan anggaran yang besar dan sudah ada pihak ketiga yang sudah melakukan presentasi dengan data diatas Rp 200 juta kontrak pertama untuk memperbaiki itu kemudian pemeliharaanya Rp 20 juta perbulan,” ungkapnya.
Dirinya juga menginformasikan juga saat ini untuk ketersediaan ruangan di RSUD MM Dunda, ruangan penyakit dalam yang terpakai sudah 80%, Neuro 80%, Ruangan Anak sudah hampir 100% dan Obgyn 80%.
“Saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat serta juga untuk teman-teman yang ada di Puskesmas apabila ada pasien yang bisa dirawat di Pukes ya cukup di Puskes saja dulu intinya komunikasi lah dan ini manfaat dari rujukan berjenjang apabila ada pasien dengan keluhan BAB cair yah saya rasa bisa ditangani di Puskes tanpa harus dirujuk ke RS,” tandasnya.
Penulis : Ridwan Maini Editor : Dafid Mohamad



















