LIGONEWS.ID, KAB.GORONTALO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gorontalo sangat mengkhawatirkan dan bahkan ada peningkatan kasus pada saat ini. Kamis (22/09/2022).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gorontalo Ismail Akase ketika dihubungi melalui sambungan telfon mengatakan dari periode Januari hingga September ini ada 91 kasus. DBD mengalami peningkatan karena terjadi peralihan antara musim panas dengan musim penghujan.
“Musim peralihan ini biasanya populasi nyamuk pun bertambah, sehingga membuat kasus mengalami peningkatan dan khusus Bulan September berjalan ini ada 14 kasus DBD,” jelasnya.
Dirinya mengatakan bahwa kasus DBD banyak terjadi di wilayah yang lingkungannya kurang terjaga kebersihannya. Satu cara mencegahnya dengan rutin menggelar gotong royong di lingkungan.
“Masyarakat bisa menyingkirkan sampah yang bisa menjadi sarang nyamuk. Ada di antaranya botol bekas, ban bekas hingga tempat makan atau minuman ternak,” ujarnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa sudah ada antisipasi yang dilakukan saat ini guna menghindari atau penambahan kasus DBD. Fogging sudah dilakukan dibeberapa wilah yang terdeteksi DBD.
“Pak Bupati memang dengan kondisi yang sudah urgen dengan cuaca penghujan saat ini dirinya sendiri yang mengintruksikan bagaimana caranya semua kecamatan kerja bakti dan itu saya sudah intruksikan ke semua puskes dan mera sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” kata mantan Kapus Limboto ini.
Ismail menilai dengan rutin membersihkan lingkungan tentu bisa mengurangi dampak DBD di wilayahnya. Ia menyebut 70 persen penyebab kasus DBD meningkat karena faktor lingkungan.
“Kalau kebersihan lingkungan terabaikan, tentu nyamuk bakal bersarang di sana. Ditambah banyak sampah dan penampungan air, apalagi perubahan cuaca seperti ini,” tandas Ismail.
Berikut data beberapa Kecamatan yang telah melaporkan ada penyakit DBD diwilayahnya.
Kecamatan Tabongo 1 kasus
Kecamatan Tilango 1 kasus
Kecamatan Limboto 4 kasus
Kecamatan Limboto Barat 2 kasus
Kecamatan Telaga 4 kasus (Suspek)
Kecamatan Mootilango 1 kasus
Penulis : Ridwan Maini Editor : Dafid Mohamad


















