LIGONEWS.ID, GORONTALO – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo (UG) mengadakan silaturahmi sekaligus audiensi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MM Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (22/12/2022).
Rombongan BEM UG diterima langsung oleh Direktur dr. Alaludin Lapananda, Sp.PD, didampingi staf dan beberapa dokter dirungan kerja direktur.

Presiden BEM UG, Man’uth M Ishak mewakili pengurus kepada awak media Ligonews.id ketika diwawancarai menjelaskan bahwa hari ini dirinya beserta pengurus BEM lainya turun langsung ke RS Dunda Limboto melakukan silaturahmi dan melakukan audiensi terkait pelayanan yang dikeluhkan oleh sejumlah pihak.
“Ini menjadi tuntukan kita waktu di DPRD tetapi tidak disambut maka kami berinisiatif untuk datang langsung ke rumah sakit, melihat dan menindaklanlnjuti aksi konfrontansi kemarin berkaitan dengan pelayanan RSUD khususnya di Kabupaten Gorontalo,” jelas Man’uth.

Dirinya mengatakan yang menjadi titik fokus kedatangan BEM UG yaitu pelayanan dibidang hemodialisa atau pelayanan cuci darah, sebab RSUD MM Dunda merupakan rumah sakit rujukan terbesar untuk pelayan cuci darah.
“Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Direktur bahwa ini sudah dari tahun 2005 betoperasi. Maka yang menjadi atensi kami BEM UG berarti sudah ada 17 tahun beroperasi dan ini menjadi atensi pemerintah daerah. Artinya tidak boleh abai atau lalai lagi tentang persoalan pelayanan dan alat-alat yang kurang tidak dilengkapi dan sebagainya,” katanya.

Man’uth mengungkapkan bahwa ini akan menjadi perhatian bersama dan atensi dari BEM UG, serta apa yang menjadi tujuan dari rumah sakit ini berdiri seperti kesejahteraan dan kesehatan masyarakat bisa benar-benar terwujud.
“Kemrin kami melakukan aksi pelayanan homdialisanya tidak beroperasi lagi dan semua yang menjadi tuntutan kita atensi dan sudah ada fasilitasnya berjalan normal dan beroperasi sampai dengan bulan Januari seperti disampaikan oleh pak direktur. Kapasitas yang disatu ruangan bisa sembilan orang dan setiap hari bisa menerima pasien,”
“Dan ada tiga alat yang masih diadakan pelatihan sehingga ada sekitar 13 serta satu ruangan pasien hepatisis. Kami akan memberikan dukungan ke pemerintah sesuai dengan ridme visi yang dijalankan. Apabali terjadi temuan dilapangan maka BEM UG kembali melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Agent of change dan sosial of kontrol,” tandas Man’uth.

Ditempat yang sama Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MM Dunda Limboto, dr. Alaludin Lapananda, Sp.PD, menjelaskan bahwa dirinya beserta staf dan beberap dokter yang ada di rumah sakit menerima udiensi Mahasiswa BEM UG, terkait penyampaiaan aspirasi mengenai layanan hemodialisa.
“Alhamdulillah ini sebagai tindaklanjut apa yang disampaikan oleh pimpinan, bahwa ketika ada penyampaian aspirasi itu didengarkan dan secepatnya ditindaklanjuti dan sudah sekitar dua minggu layanan HD kami sudah beroperasi. Audiensi hari ini kami ucapkan terima kasih kepada adik-adik Mahasiswa BEM UG yang senantiasa memberikan masukan terhadap terselenggaranya pelayanan di RS Dunda secara konprensip,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh BEM UG melalui kritik untuk memaksimalkan potensi yang ada di RS, demi terselenggaranya pelayaan yang lebih baik.
“Perlu kami sampaikan bahwa pelayanan HD ini kami sudah melakukan rapat managemen dan Alhamdulillah kami semua sepakat untuk pelayanan HD ini yang memang pelayananya bersifat P1 atau prioritas dan kedepan kami akan senantiasa merencanakan dan merancang mengatur dengan sedemikian rupa sehingga pelayanan ini berjalan dengan baik dan maksimal,” pungkas dr. Alalulid Lapananda.
Penulis : Dafid Mohamad.

















