LIGONEWS.ID, GORONTALO – Proses pengerjaan proyek jalan di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo mulai dikeluhkan warga dan pengguna kendaraan bermotor.
Pasalnya. Jl. H. Abd. Gani Habibie jalur yang menjadi akses utama bagi siswa MTs Negeri 2 dan MAN 2 Kabupaten Gorontalo tersebut berdebu lantaran tak kunjung di aspal. Kondisi ini juga membuat beberapa masyarakat yang memiliki usaha dagang terpaksa harus membersihkan debu setiap saat. Tidak hanya itu, debu jalan ini juga menyebabkan beberapa warga menderita sakit mata dan flu.

Sesuai pantauan awak media. Selasa (22/08/2023) dampaknya saat musim kemarau jalan tersebut kering dan berdebu. Kondisi ini membuat sejumlah pengendara harus menutup hidung untuk menghindari hirupan debu. Selain itu, beberapa pengendara pun terlihat sangat berhati-hati saat melintas.
Salah satu warga, Nasir Hasan mengatakan sejatinya proyek perbaikan jalan ini sudah dimulai sejak bulan juni lalu. Akan tetapi proyek tiba-tiba berhenti dan alat beratnya dibiarkan ngaggur di pinggir jalan.
“Proses pembongkaran jalan pada tanggal 1 Juni 2023, proyek pengaspalan ini tiba-tiba berhenti. Terus jalan mengeluarkan debu. Karena itu, saya banyak menerima keluhan warga,” kata Nasir.

Selain berpengaruh terhadap kesehatan dan rawan lakalantas, kondisi tersebut juga membuat sejumlah warga yang membuka usaha dagang terpaksa tutup. Tak pelak, mereka harus menelan kerugian yang cukup tinggi.
“Yang jelas, karena tebalnya debu yang beterbangan telah menyebaban aktivitas masyarakat kami terganggu. Selain itu, pedagang juga banyak yang tutup dan merugi, tetapi ada juga yang tetap berjualan meski setiap saat membersihkan debu. Ada juga warga yang menderita sakit mata dan flu,” jelasnya.

Lebih lanjut, disampaikan, ada salah satu warga yang sempat mengeluh dimedsos terkait debu tersebut. Karena itu, pihaknya sangat berharap pihak rekanan memberikan prioritas untuk segera melanjutkan pengerjana proyek jalan tersebut.
“Keluhan warga dan pengguna kendaraan bermotor sudah sangat banyak kami terima. Karena itu, kami sangat berharap pihak rekanan tidak menunda-nunda lagi dan segera menuntaskan pengerjaan proyek ini dan kalaupun belum ada pengaspalan minimal setiap pagi dan sore hari dilakukan penyemprotan jalan agar meminimalisir debu,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, jalan tersebut menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 dan pemenang tender dari CV. Mekar Buil dengan nilai kontrak tiga miliar sembilan ratus tiga puluh enam juta rupiah dengan waktu pelaksanaan pekerjaan 180 hari.
Sementara itu pihak kontraktor atas nama Endi ketika dihubungi lewat sambungan telfon belum ada respon. Pemenang tender Jl. H. Abd. Gani Habibie adalah CV. Mekar Buil. (DM)
Editor : Tim Redaksi.



















